Minggu, 07 Januari 2018

Dampak Positif Perkembangan Era Digital

Hasil gambar untuk komunikasi

Komunikasi adalah proses pengoperasian rangsangan (stimulus) dalam bentuk lambang atau simbol bahasa atau gerak (non verbal), untuk mempengaruhi perilaku orang lain. Stimulus atau rangsangan ini dapat berupa suara/bunyi atau bahasa lisan, maupun berupa gerakan, tindakan atau simbol-simbol yang diharapkan dapat dimengerti oleh pihak lain, dan pihak lain merespon atau bereaksi sesuai dengan maksud pihak yang memberikan stimulus.
Menurut Liliweri (2008), komunikasi dapat diartikan sebagai pengalihan suatu pesan dari satu sumber kepada penerima agar dapat dipahami. Proses komunikasi biasanya melibatkan dua pihak, baik antar individu dengan individu, individu dengan kelompok atau antar kelompok dengan kelompok yang berinteraksi dengan aturan-aturan yang disepakati bersama. Adapun fungsi komunikasi itu sendiri yakni:
1.      Untuk menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi kepada orang lain. Artinya, dari penyebarluasan informasi ini diharapkan penerima informasi akan mengetahui apa yang ingin diketahui.
2.      Untuk menyampaikan pesan (informasi) atau menyebarluaskan informasi yang bersifat mendidik orang lain. Artinya, dari penyebarluasan informasi ini diharapkan penerima informasi akan menambah pengetahuan tentang sesuatu yang ingin diketahui.
3.      Untuk memberikan instruksi kepada penerima pesan.
4.      Untuk mempengaruhi dan mengubah sikap penerima pesan.
Komunikasi kesehatan merupakan bagian dari komunikasi antar manusia yang memiliki fokus pada bagaimana seorang individu dalam suatu kelompok/masyarakat menghadapi isu-isu yang berhubungan dengan kesehatan serta berupaya untuk memelihara kesehatannya (Northouse dalam Notoatmodjo, 2005). Fokus utama dalam komunikasi kesehatan adalah terjadinya transaksi yang secara spesifik berhubungan dengan isu-isu kesehatan dan faktor-faktor yang mempengaruhi transaksi tersebut. Transaksi yang berlangsung antar ahli kesehatan, antara ahli kesehatan dengan pasien dan antara pasien dengan keluarga pasien merupakan perhatian utama dalam komunikasi kesehatan.
Komunikasi kesehatan adalah usaha yang sistematis untuk mempengaruhi secara positif perilaku kesehatan individu dan komunitas masyarakat, dengan menggunakan berbagai prinsip dan metode komunikasi baik komunikasi interpersonal, maupun komunikasi massa. Selain itu, komunikasi kesehatan juga dipahami sebagai studi yang mempelajari bagaimana cara menggunakan strategi komunikasi untuk menyebarluaskan informasi kesehatan yang dapat mempengaruhi individu dan komunitas agar dapat membuat keputusan yang tepat berkaitan dengan pengelolaan kesehatan (Liliweri, 2008).
 Komunikasi kesehatan meliputi informasi tentang pencegahan penyakit, promosi kesehatan, kebijaksanaan pemeliharaan kesehatan, regulasi bisnis dalam bidang kesehatan yang sejauh mungkin mengubah dan memperbaharui kualitas individu dalam suatu komunitas masyarakat dengan mempertimbangkan aspek ilmu pengetahuan dan etika.
Dengan demikian dapat dipahami bahwa komunikasi kesehatan merupakan aplikasi dari konsep dan teori komunikasi dalam transaksi yang berlangsung antar individu/kelompok terhadap isu-isu kesehatan. Tujuan pokok dari komunikasi kesehatan adalah perubahan perilaku kesehatan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan.
Kini seiring perkembangan era digital, menjadikan komunikasi kesehatan tidak bisa jika hanya dilakukan dengan bertatap muka dengan pasien. Kesibukan masyarakat sehari-hari membuat mereka tidak memiliki waktu untuk datang bertemu dokter ataupun petugas kesehatan lainnya. Terlebih banyak masyarakat hanya ingin melakukan segala hal dengan praktis. Inilah yang tentunya menjadi hambatan para petugas kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Dengan begitu diperlukan adanya ide-ide kreatif dalam komunikasi kesehatan agar siap mengikuti perkembangan digital.
Seperti misalnya saat ini kita ingin mengetahui apa saja penyebab dan factor risiko dari Penyakit Menular seperti Diare, Hepatitis, Kusta dll tetapi kita memiliki banyak kendala seperti waktu, biaya, tempat jika diharuskan bertatap muka dengan petugas kesehatan yang berwenang untuk melakukan konsultasi. Sehingga kemudian kita akan mempertimbangkan hal yang lebih efektif yaitu memanfaatkan kemudahan penggunaan informasi digital. Kita akan menggunakan browser yang ada seperti Google Chrome, Mozilla dll yang membantu kita untuk mengakses Google, Yahoo dll sehingga dapat menampilkan apa yang kita cari dan inginkan dengan kata kunci yang telah dimasukkan.
Dengan adanya kemudahan tersebut dapat memberikan informasi seputar kesehatan dengan cepat yang dapat membantu seseorang menjaga kondisi tubuh dari berbagai macam penyakit. Namun diperlukan juga kemampuan literasi kesehatan untuk memaksimalkan sumber informasi yang tepercaya di era digital. dr Fiona Amelia MPH membagikan tiga kiat untuk bisa menjadi pasien cerdas di era digital, yaitu:
1.    Temukan sumber tepercaya dan berkualitas. Hal itu bisa dilakukan dengan menuliskan frasa pencarian secara spesifik di mesin pencari yang tersedia di internet. Menurut dia, situs yang baik juga akan diperbarui secara berkala dan mencantumkan tanggal pembaruan terakhir.
2.    Kenali jenis informasi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum, terdapat tiga jenis informasi kesehatan yang banyak ditemui di internet. Yaitu, meliputi informasi/aplikasi gaya hidup sehat (wellness), informasi terkait dengan kesehatan/penyakit tertentu berikut pengobatannya, dan informasi untuk pengasuh orang sakit (caregiver).
3.    Manfaatkan fiturfitur lainnya. Beberapa situs/ aplikasi menawarkan aplikasi konsultasi online dan live chat untuk bisa berinteraksi langsung dengan dokter di mana pun pasien berada. Untuk aplikasi berbasis mobile, sebagian di antaranya juga dilengkapi fitur panggilan gawat darurat, mesin pencari praktik dokter/fasilitas kesehatan, layanan dokter 24 jam, dan apotek online.
Sebagai masyarakat modern, kita harus mampu memilih sumber yang terpercaya dan terbukti secara ilmiah sehingga kita dapat mengikuti dan menerapkan informasi kesehatan yang didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Adapun hal lain dalam upaya promosi kesehatan di era digital ini, banyak sekali dokter-dokter ataupun petugas kesehatan yang memilih menggunakan Vlog (Video Log) di Youtube sebagai sarana mereka untuk menginformasikan terkait masalah kesehatan. Dokter-dokter atau petugas kesehatan tersebut membuat video dirinya menjelaskan hal-hal tentang kesehatan seperti, tips dan trik menurunkan berat badan agar terhindar dari obesitas, tips berolahraga yang baik dan benar, mitos dan fakta tentang kesehatan dan lain sebagainya.
Di era modern seperti sekarang, Youtube sudah menjadi ‘konsumsi’ masyarakat khususnya kalangan muda. Sehingga diperlukan adanya konten-konten yang bermanfaat, seperti Vlog Kesehatan tersebut. Dengan penyampaian yang menarik, bahasa yang mudah dimengerti dan gesture yang santai sehingga membuat masyarakat mudah menerima dan mengingat informasi yang diberikan. Meskipun komunikasi yang dilakukan satu arah, namun kita dapat meminta kepada sang dokter atau petugas kesehatan tersebut melalui kolom komentar agar membuat informasi kesehatan yang kita butuhkan.
Dengan begitu Komunikasi kesehatan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk seperti media advokasi, media massa, media entertainmen dan internet mampu membentuk sikap dan mengubah perilaku individu dengan cara meningkatkan kesadaran dan menambah pengetahuan tentang isu-isu kesehatan, masalah-masalah kesehatan dan solusi kesehatan dengan tujuan untuk meningkatkan dan mempertahankan derajat kesehatan.
Perkembangan era digital tidak hanya memiliki dampak negative tetapi juga banyak dampak positifnya. Dapat digunakan untuk mencari informasi kesehatan, promosi kesehatan, konsultasi online dan lain sebagainya.

DAFTAR PUSTAKA
Rahmadiana, Metta. Komunikasi Kesehatan: Sebuat Tinjauan*. Jurnal Psikogenesis. Vol. 1, No. 1/ Desember 2012. 89.

http://mediaindonesia.com/news/read/111499/era-kesehatan-digital-kian-memudahkan-pasien/2017-07-05 Diakses pada 5 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar